Friday, July 29, 2011

Pra Ramadhan.


In The Name Of Allah The Most Gracious The Most Merciful






Betapa ini mungkin yang kita nantikan.
Selamat bertarung dengan kawan yang paling dekat -  nafsu.






Dekatnya kasih abang dan adik.


Allah bersama kamu.



Ramadhan diberi.

Biar nanti saya ingat orang-orang seperti mereka ini. Kalau tidak, mesti saya selalu buang-makanan-makan-malam-yang-tak-habis.

Biar nanti saya dapat rasa walaupun hanya setitis daripada apa yang mereka rasai.

Biar nanti saya-tak-komplen-masakan-DM-yang-selalu-berkuranglebih-dalam-menetapkan-kuantiti-gulagaram?.

Biar nanti saya selalu tahu  masih ramai tidak menjamah apa-apa berhari-hari.

Berminggu-minggu.

Berbulan-bulan?

Biar saya jadi lebih bersyukur!


Moga pengakhirannya damai.
Dunia akhirat.

_________________________________________

Di sekolah semua sibuk bercakap pasal Pra. Pra itu dan ini.

Tiba-tiba, terfikir .

 Pra Alam Barzakh. 

Yup, we're the candidates!

Telan air liur. Banyak - banyak .
Saya belum bersedia ?

Allahu Allah.

____________________________________________


Ramadhan kedua tanpa abang. Mungkin saja adek tak tahu, manisnya lebih dirasai di sana. Selamat Mendiami Ramadhan, abang.







selamatlahuntuksemua,

Saturday, July 9, 2011

Memandang,



In The Name Of Allah The Most Gracious The Most Merciful.





Cara kita memandang  itu yang menjadi punca.





Entri ini tercetus setelah dua hari pulang ke rumah. Ya, setelah meletakkan diri saya di 'dunia luar'.
Juga setelah saya membaca perihal kamu, Amnah Rasyiqah.
Juga setelah segala yang saya depani di Bumi Waqafan itu.




Apa yang kita dapat tergantung pada bagaimana kita melihat. -Ust. Hasrizal Abd. Jamil.




Lalu, memandang itu harus bagaimana?



" Seseorang itu bukan diketahui HEBAT apabila orang lain bertanya;

SIAPA BAPAMU?? , tetapi apabila orang lain bertanya SIAPAKAH DIRIMU?? "

~Sultan Muhammad Al Fateh~