Sunday, January 24, 2010

when one hero was gone,

Masjid Kristal, Dis 08
Arwah abang dan adik-adik saudaranya .



Bismillahirrahmaanirrahiim.

 فَسُبۡحَـٰنَ ٱلَّذِى بِيَدِهِۦ مَلَكُوتُ كُلِّ شَىۡءٍ۬ وَإِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ (٨٣
Oleh itu akuilah kesucian Allah (dengan mengucap: Subhaanallah!) - Tuhan yang memiliki dan menguasai tiap-tiap sesuatu, dan kepadaNyalah kamu semua dikembalikan.

Sehingga saat ini, aku masih lagi mencari segenap kekuatan untuk terus menekan huruf-huruf ini.
Pemergian arwah abang tercinta, Luqman Hakim Zamalolaily benar-benar merobek segenap pelusuk jiwa.
Satu-satunya abang . Satu-satunya putera dalam keluarga .
Imam kedua setelah ayah . Juga pencabar terdekat .
Saat diri ini lemah, abanglah antara sumber kekuatan .

Hari-hari terakhir abang bersamaku , jauh berbeza daripada kebiasaan.
Wajahnya sering saja dilihat tak ceria.
Ahad, 17 Jan, pagi ahad terakhir sebelum pulang ke asrama , kebiasaannya pasti abang bertanya itu atau ini .
Tetapi pagi itu, timbul kesuraman pada wajah abang, seperti tak mahu adik-adik pulang semula ke asrama .
Kudiamkan saja ronta hatiku tika itu .

Namun, takdir Ilahi mengatasi segala kemahuan kami .
Beliau pergi saat kami masih sangat memerlukan beliau disisi .

Rabu malam khamis.
Malam itu selepas kelas prep di sekolah, abang saudara datang  dan memaklumkan .
Memang, satu kengerian berganda-ganda untuk semua pelajar asrama kalau tiba-tiba ada ahli keluarga datang dalam bukan waktu melawat .  Ya, tiba-tiba .
Saat diberitahu, terasa hati melayang . Mulut terus terkunci . Speechless. 
Hanya doa, doa dan doa yang mampu dilafazkan.

Hospital Besar Tengku Ampuan Rahimah, Klang .
Kami sekeluarga, saudara rapat, jiran-jiran dan sahabat-sahabat arwah menunggu di Zon Merah dgn ketidaktentuan. 
Saat kumenatap wajahnya , jiwa luruh seluruhnya . Ini bukan abang, hati menjerit .
Terbaring lemah , tak sedarkan diri . Mukanya pucat, matanya hitam lebam . Tiub saluran di sana sini . 
Badannya sudah tidak dapat menerima darah yg dimasukkan . Allahu allah .

Pagi khamis, 10.50. pagi.
Doktor mengesahkan bahawa jantung abang sudah tak dapat berdegup tanpa bantuan alat pernafasan .
Kami sekeluarga hanya berserah . Pergantungan sepenuhnya pada Allah .
Nyata, hayatnya hanya sampai di situ . Sudah tertulis dan termaktub di Luh Mahfuz .

Dalam usia 18, abang pergi lebih dulu, meninggalkan kami . 
Inna lillahi wainna ilaihi ra'jiun , dariNya kita datang, padaNya kita dikembalikan .

Mama terlihat luluh di jiwanya . Tentu sekali mama sangat-sangat faham tentang setiap komplikasi yang berlaku pada badan abang . Itu jelas bidangnya .
Ayah tabah menenangkan mama, membisikkan redha . Hati ibu yang melahirkan, ayah yang membesarkan, dikejutkan dengan pemergian satu-satunya putera dalam keadaan tak terjangka . 
Hanya kepada Allah, kekuatan dipohon . 

Tangisan kedengaran di sana-sini .
Kami redha, ya Allah . Kami redha dengan setiap perancanganmu untuk kami . 
Kasih Allah terlalu melimpah . Tak layak untuk dibandingkan dengan kasih kami untuk abang akim.
Dan kami tahu, ini semua juga bukti kasih-sayangNya untuk kami .

Terima kasih yang tidak terhingga untuk semua.
Saudara mara, jiran tetangga dan sahabat-sahabat arwah yang sanggup menunggu sehingga ke pagi dan sanggup menunggu sehingga post-mortem selesai dilakukan.
Maafkan atas segala silap salah kami dalam menghargai kalian .
Hanya Allah yang mampu membalas kebaikan dan keprihatinan kalian semua.

Buat semua sahabat dan kenalan abang,
mohon diampunkan segala kesalahan arwah.
Mohon dihalalkan segalanya. Moga Allah permudahkan urusan kalian .

Segala yang kita miliki semua pinjamanNya . Sampai masa ditentukan, Allah mengambil semula apa yang dipinjamkan . Tiada yang menjadi hak mutlak kita, melainkan semua kepunyaan Allah . 

Kita juga bakal kembali ke tempat asal kita, bertemuNya . Yang beza, apa yang kita bawa . 
Pemergian arwah abang mengetuk hati-hati kami . Kematian nyatanya tidak mengenal usia .

Moga husnul khatimah itu milik kita semua . Inshaallah .
Semoga Allah memberikan ampunan dan kasih sayang buat kita yang masih disini, juga mereka yang telah pergi menghadapnya .

Alfatihah .

Tuesday, December 15, 2009

Masterpiece .



Titis-titis jernih itu
gugur lagi
Mencantas
lorong hati yang memerhati


Dari segenap sudut
Terhembus
debu sendu
Di lautan pasir

Lantas
Jiwa kecil itu berdiri

Menepis kebobrokan sang zionis
Mempertahankan wilayahnya dengan tubuh sendiri

Citanya ingin melihat
agama dijunjung setingginya
hak diletakkan ditempatnya
manusia hidup dalam syariatNya

Juga ronta hatinya ingin sekali
membenamkankan wajah sang askar itu ke tanah
yang selalu angguk, akur akan perintah
si dungu durjana
yang tegar menyangka
kuasa kunci dunia.

- rumahkusyurgaku,
 2257 pm .


 Cetusanhati ni ditujukn khas utk pejuang Fisabilillah di Palestin, Afghanistan, Sudan, Chechnya dan seluruh dunia yg teguh m'perthnkan kalimah Tauhid . Moga Allah menguatkan kamu semua . 




Friday, November 13, 2009

Rumah Titisan Kasih

The only first experience that really touch my heart. Experience that full of 'ilm and hikmah. 'Rumah Titian Kaseh', a station that really gave me new perception about life. Yes, life that we are going through.. There were so many obstacles that we, the Highest Leader need to face and manage before this programme can be held. But we knew and all of the form two students of SAMBESTARI knew that we will get something from our journey.
7th of November 09 or 19 Zulqaedah 1430 Hijr.. was the day that we, from Sambest were waiting for. We were very eager to meet our ikhwah and akhowat in RTK. All of us kept the same aim, to share something and to make them feel; 'oh, there's still somebody who want to hear me'.
Hayati, the eight years old girl..really knocked the innermost part of my heart. Behind her cheerful character, there's something that must be explored in her heart... Her life story was...
Herself, mentally and physically was very tough to face that trial. Her mother had just passed away a few days ago.. Her father was busy taking care of her youngest sister who was caught in a disease. Astaghfirullah..really open my mind and my heart to think again.. Think about mine and i'm sure our life that really different from them.

Some of us were always demanding on this and that, complaining about everything and maybe we are in the most dangerous situation.!! [kufur ni'mat] Nauzubillah min zalik..
really taught me to be more grateful person. I still have parents to lean on, to wipe my tears away, to give me love and hope ... but for them.. there's nobody..nobody to lean on or to hear their story EXCEPT us.. the nearest ikhwah and akhowat. ikhwah and akhowat that are in the same way of life. not just us but everybody who are still remember what is their way of life. Alhamdulillah.. Islam is really a perfect way of life. [Ya ALLAH.. Help us in every circumstances .. we always forgot about you and your ni'mah.. Took us away from kufur ni'mah Ya Allah.. Ameen ]
When Hayati said that she had memorised a few verse of Holy Quran, i think.. i can feel and see the excellent future of deenulISLAM, if this generations become the next leader.. The most interesting part is when she said that she had memorised the suratulASR with half of the translations, my heart was blossoming. MASYAALLAH... Genius, intelligent and full of patientness. that's HAYATI.. May Allah bless us and keep us in this path of da'wah. Ameen.




Segalanya MilikMu
-Mestica-

Kau yang menciptakan cinta
Dan Kau jua yang menghampar bahagia
Di ribaanMu terhimpun harapan
Impian tulus setiap insan

Kau yang mengutuskan duka
Dan Engkaulah yang mengirimkan hampa
Namun padaMu jua diadukan
Merebahkan keresahan dan tangisan

Aku tahu inilah kasihMu
Aku tahu inilah cintaMu
Dan ku tahu tiap yang terbaik untukku
Tak semuanya yang ku mahu

Di celah hangat nafas yang terhela
Ada dingin saat menyeru (menyebut) namaMu
Terarah segala ronta dan rasa
Pada damainya dakapanMu

Aku tahu inilah kasihMu
Aku tahu inilah cintaMu
Dan ku tahu di segenap ruang rasaku
Telah Kau titipkan kekuatan
Oh Tuhan



" Seseorang itu bukan diketahui HEBAT apabila orang lain bertanya;

SIAPA BAPAMU?? , tetapi apabila orang lain bertanya SIAPAKAH DIRIMU?? "

~Sultan Muhammad Al Fateh~