Monday, March 11, 2013

Yang Indah .












Yang tak perlu kita risaukan,
Allah sangat tahu apa kita perlu .

--

Kita selayaknya percaya total .

Allah tuhanku,
Dia mengetahui yang terbaik untukku .


"dan kepada Allah jualah hendaklah kamu bertawakkal , jika benar kamu orang-orang yang beriman."
(Al-Maaidah 5:23)

.
.
.
.
.

Jika benar kamu orang-orang beriman .
Jika benar kamu orang-orang beriman .




telan air liur .

tarik nafas .
cuba senyum . 



haa, macam tu .  ^^


cuma saya berharap,
momen-momen kemuncak penyerahan dan pengharapan kita ini .
tiada noktah nihayah .

melainkan di sinilah kita belajar,
noktah bidayahnya .


ya ?
--

tawakkal yang sebenar jika di hati kita,
ia akan indah seperti ini,







Our internal dialogue has a very important effect on our life  . - Dr Muhaya .
♥



--

 bidayah - permulaan

 nihayah - pengakhiran

Sunday, February 24, 2013

Heyy ,



^klik hujung kiri atas ni :)



Dengan nama Tuhanku yang menciptakan,

Subhanallah

***

Setiap pahlawan punya kisah tersendiri .

Di perang Uhud, ketika tubuhnya memerisai Rasulullah,
dan tujuh puluh luka menguras darahnya,
Thalhah ibn Ubaidillah berdoa sambil menggigit bibir .
Menahan perit dan sakit .

" Ya Allah, ambil darahku hari ini sekehendakmu hingga Engkau Ridha . "

Allahu .

Tombak, pedang, dan panah yang menyerpih tubuh,
dibiarkannya,
dipeluknya badan sang Nabi seolah tak rela sehujung bulu pun terlepas .

"Kalau ingin melihat sang syahid yang masih berjalan di muka bumi, "
begitu sabda Nabi .
"Lihatlah pada Thalhah . "


-Halaman 289, Dalam Dekapan Ukhuwah, Salim A. Fillah .

***
Saatnya makin dekat .
Semua semakin tidak keruan .

Nanti  .
Tiba harinya .
Saat turun dari kereta .
Berjalan pelan-pelan menuju ke dewan .

Jantung jadi seperti tak stabil . Lihat ke dalam dewan . Dari depan sampai belakang .
Ramai .

Kemudian,
beratur di barisan kelas .
Berjumpa mereka-mereka .
Berjumpa guru-guru .
dan ,



"Saya nak pesan pada pelajar yang nak ambil keputusan periksa, sebelum pergi, tarik nafas dan pejam mata, bayangkan anda sedang tersenyum, dengan slip anda yang cemerlang .

Kalau anda positif, inshaallah yang positif akan datang pada anda ."



-dr muhaya, rabu,10:45am, 91.5fm .



heyy Husna,

kalau kitorang dapat yang bukan  positif .
bagaimana ?

kecewa . fed-up . putus asa .

kah ?

***
nah .
Lupa sudah kisah Thalhah ?

Citanya sungguh .
Mahu menggapai syahid mulia,
yang nyata tidak mati disisiNya .

Thalhah .

Berhabis-habisan .
Bersakit-sakitan .

Tubuhnya dikerah,
memelihara Sang Nabi .
lantas merebut syahid .

Namun tika di Uhud,
Allah belum memilih Thalhah,
Untuk tombak, panah itu,
mengoyak nyawanya .

Belum saatnya .
Itu sungguh aturan Allah .

Lalu, adakah Thalhah terus jatuh terduduk .
Menyesal .
Mengalah .

seperti Allah tidak menghargainya .
atas setiap darah yang telah terhabis di jalan ini .

Dan kemudian meninggalkan Rasulullah ?

?
?

Sama sekali .
Tidak, kan .

Ya, tidak .

Thalhah terus teguh .
Bangkit dan tidak menyerah .
Dia punya makna kejayaan dan kebahagiaan,
yang lebih besar .

Dengan kudrat yang ada sewaktu di Uhud,
berusaha dia menjaga Rasulullah .

itu nyata,
sudah membuat hatinya bahagia .

walau Syahid belum lagi miliknya .



kejayaan bukan satu destinasi,
tapi sebuah perjalanan .
-adam khoo



Allah tidak pernah memungkiri janjinya .
Allah tidak pernah mensia-siakan hambanya .

Cuma yang harus kita akur,
najah kita,
cepat atau lambat,
sekarang atau nanti .

Allah mengetahui apa yang tidak kita ketahui .
Allah mengetahui apa yang tidak kita ketahui .

Akhirnya kita maklum,
Thalhah yang itu,
sebenarnya dipandang Allah .

Tersenarai dalam 10 sahabat Rasulullah .
Dijanjikan Syurga .
S-Y-U-R-G-A .

Subhanallah .





10 sahabat promised to enter paradise :’)


dan Husna ,
tak ter-ibrah-kah engkau
pada hammasah Thalhah ?
dan hatinya yang indah ?

Allahu allah .
T.T
***

" Husna, yakinlah pada Plan A .
Tapi, tak bermakna kita tak perlukan  Plan B dan C ."
- ketua batch, supper time, meja dm aspuri, dis '12.


--
kat sini . dan sini .
mungkin boleh jadi cara mudah hafal hadis .

have a try :)



    سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ * سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ 


Monday, February 11, 2013

Seperti Al Banna .



Bismillaahirrahmaanirrahiim .





Suatu hari, Khalifah Umar Abdul Aziz,
sedang merebahkan dirinya beristirehat .
Selepas mengebumikan khalifah sebelumnya, Sulaiman bin Malik .

Tetapi,
baru saja dia merebahkan badannya,
seorang pemuda 17 tahun datang dan mengatakan,
"Apa yang tuan lakukan wahai Amirul Mukminin ?"

Khalifah Umar menjawab,
"Biarkan saya tidur sejenak. Saya sangat letih. "

Namun, pemuda tadi seperti tak berpuas hati dengan jawapan tersebut .

Dia bertanya lagi,
"Apakah tuan akan tidur sebelum mengembalikan barang yang diambil secara paksa kepada pemiliknya,
wahai Amirul Mukminin ?"

Khalifah menjawab,
"Jika tiba waktu zuhur, saya bersama orang-orang saya akan mengembalikan barang-barang tersebut kepada pemiliknya ."

Pemuda tadi menyambung,
"Wahai Amirul Mukminin, siapa yang menjaminmu hidup sampai selepas waktu zuhur ? "

Tubuh bergetar .

Pemuda itu bernama Abdul Malik . Dia adalah putera Amirul Mukminin itu sendiri,
Umar Abdul Aziz .
Moga Allah merahmati kedua-duanya .

Halaman 3 dan 4 .
Cinta di Rumah Hasan Al Banna , Mohammad Lili Nur Aulia .


***

Dalam sempit-sempit waktu,
'dia' pasti akan adakan waktu untuk bermedang-medang dengan saya .
Medang tu dalam bahasa Jawa . Secara mudahnya ,  borak-borak sambil minum teh, kopi . :)

Borak-borak kami berkisar sirah, kemanusiaan, kehidupan, haraki atau apa-apa pun .
Borak-borak kami  tak tentu tempat, masa .
Adakalanya, dalam kereta, atau mungkin sewaktu di meja makan kat rumah .
Kadang-kadang cuma lima, sepuluh minit .
Yang waktu tu, hanya kami berdua .

Lalu, saya menamakan sesi bersama 'dia'  itu brain-to-brain . ehehs .
Setelah sesi heart-to-heart biasanya saya luangkan dengan pasangan  dunia akhirat 'dia'  itu .
Ibu saya .

Dia, ayah saya .

Antara yang ditunggu, bila ayah buat bedahbuku percuma .
' Cinta Di Rumah Hasan Al Banna', salah satu darinya .
Tentang kisah didikan Hasan Al-Banna untuk keluarganya .

"Anak Hasan Al Banna hebat-hebat  . Hasil didikan Hasan Al Banna yang hebat . Dan Hasan Al Banna yang hebat, mesti ayahnya hebat, dan ayah Hasan Al Banna yang hebat, mesti ayah kepada ayah Hasan Al Banna juga hebat, kan yah ? "

Saya cuba-cuba buat kesimpulan .

"Cuba kita tengok, siapa orang hebat-hebat, tapi ibu bapanya bukan orang hebat ?"
Ayah menyambung soalan saya dengan soalan .

Memang  ada, tapi taklah selalu .

Dalam hati, saya menghidu impian ayah,
menjadikan kami kami ini, anak-anak yang jelas matlamatnya .
Yang terpandu fikrahnya .
Yang segar jiwanya .
Yang kencang langkahnya .

Seperti Al Banna .

Dan saya juga tau,
semuanya akan berlaku dengan tidak mudah .

Kuatkanlah Ya Allah,
kuatkan.

***

Juga part yang paling saya suka,
mestinya ketika bertanyakan ayah kisah-kisah zaman remajanya .
Kami menghabiskan sekolah menengah di tempat yang sama .
Tanah waqaf yang sama .

Mungkin sebab tu kot ada kimia lebih kat situ . hehs .

Selalu ayah sebut,
"Biarlah kat mana pun, mutiara itu harus kita sebar, bukan hanya simpan,
atau rahsiakan dari orang lain . "

Kerana kita tak tahu, mungkin ada bahagian dari mutiara itu yang mampu memanfaati ummah .

Peganglah .
Peganglah .


Dan percayalah :)

.
.




Ya Allah, jagakanlah jiwa .
Imankanlah iman kami,  kami bimbang akan nipisnya ia yang seperti kulitnya bawang .
Allahumma Ameen .

T.T

Tuesday, January 29, 2013

Manggismangga .





^klik hujung kiri atas ni . :)



Saya pernah mengimpikan sesuatu .
Untuk memiliki sebuah kedai buku . Besar .

Di dalamnya penuh jutaan buku dari setiap penulis .
Dari setiap kategori .

Layaknya seperti gergasi buku, kinokuniya klcc tu .
Namun, milik penuh muslim .

Masuk-masuk, alunan Al Quran terdengar di setiap sudut .
Staff yang mesra, menutup aurat, senang dengan senyum .

Buku-buku yang di hadapan, banyaknya buku-buku membina .
Bukan novel-novel yang mengangkat fantasi cinta palsu semata .
Bukan majalah-majalah hapak seperti manggismangga dan kerabatnya .

Tersedia . Ruangan solat. Ruangan mesra-ibu .
Ruangan kanak-kanak . Kafe keluarga . Ruangan usrah . Ruangan mesra-OKU .
Yang pasti, saya mahu membuat mereka, para pelanggan, datang dengan hati seindah taman .
Memanfaatkan waktu-waktu hujung minggu bersama keluarga . Kawan-kawan .
Ruangan usrah untuk sesiapa yang nak berusrah-halaqah .
Ruangan untuk kanak-kanak yang  fleksibel .
Kafe keluarga, untuk semua .

Yang paling penting juga saya rasa, kemudahan OKU yang selesa .
Kerana seboleh mungkin, saya tak mahu mewujudkan istilah second class customer .

Tentu bahagia sekali, bila melihat umi-abi zaman itu menjadikan kedai  buku tempat wajib shopping untuk anak-anak mereka .

Anak-anak yang dididik menjadi khalifah-khalifah, generasi Qurani yang hebat .
Generasi yang dinanti .

Insha Allah .


credit .


15 tahun dari sekarang .


Tapi Husna,

Sebelum mengurus projek akhirat, uruslah projek dalam hati dulu .
Sebelum berangan mahu memberi ilmu, baldi-timba ilmu dulu .
Sebelum semuanya, settlekan 10 muwasofat dulu .

ok ?

terinspirasi dari  sini.
***

Sewaktu Bengkel Penulisan Kfiqh yang lalu;
Oki Setiana Dewi ditanyakan tentang motivasi yang menguatkannya menulis .
Mudah . katanya ; " Saya paling senang sekali menulis saat hati rasa sangat dekat dengan Allah ".

grrrr .
mudah ?

***
Kita tak mahu kan, mengingat Rasulullah hanya ketika majlis maulid saja .
Ketika tv-tv juga radio sungguh-sungguh menyiarkan tentang Syamail Muhammadiyah .
Ketika status-status fb semuanya mengisahkan tentang sambutan kelahiran Muhammad .
Ketika blog-blog kencang dengan entri tentang sirah .

Mudah kita mengalunkan 'Law Kaana Bainana '.
Biarlah yang dialun meresap jauh ke hati .

Merasakan sosok tubuh Muhammad itu ada bersama .
Ketika bangun tidur-ke kelas-ke pasar-ke dapur-ke mukabuku-ke 'pengicau'-ke blog .
Ke mana saja .

Tak mudah, namun tak susah .
Kita mahu 'ingat' itu berterus-terusan .
Walau sudah hampir seminggu Maulid Ar Rasul berlalu .

Mahu menuju mampu .

Kita menjadi umatnya bukan bermusim-musim kan ?
Kenapa mengingatnya perlu bermusim ?
*hentaman tepat di muka *


.اللهم لا سهل إلا ما جعلته سهلا
May Allah bless .




healing1# paksa-cuba . meng-habit-kan baca sirah nabawiyyah . namun, masih mencari-cari buku sirah yang menarik . :)
healing3# ini entri hentam diri sendiri . moga berkesan . 
healing 2# video hari ini di sini .



Tuesday, January 15, 2013

Cinta .


Dalam diam . Tanpa sedar . Kita merosakkan dia .

" cehh , aku rasa tiap kali kau post status, mesti  'dia'  like . "

" eh, ana rasa muslimin tu minat kat enti lah ."

" bukan dia ke yang selalu bagi tazkirah uh ? ohh, yang tu keee .  "

" yang tu ?  sesuai, sesuai . "

Dan dia . Sahabat kita .
Memang kita cuma menyangka, apalah sangat usik-mengusik sekali dua .
Kacau-mengacau . Kenen - mengkenen .
Tanpa sedar, hati sahabat itu kita corakkan dengan warna hitam .

Lalu, bermulalah kisah sahabat tu .

Adunya--
solat sukar khusyuk .

Kita juga melihat--
mesej kita  dibalas lambat-lambat .
Status-statusnya berkisar dengan beit muslim, zaujzaujah, lelaki idaman .
Buku-buku yang dibacanya berbau cintancintun islamik . Wa*kah Cin*a Berb*u S*urga, Kala R*ndu dan Wa*yu Bersatu .
Dua tiga kali juga dikhatamnya .

Kita perasan perubahannya, sahabat kita .
Namun tak layak sungguh kita menyalahkannya .
Sedang kita sendiri, terlibat secara underground dalam menuang bunga-bunga 'cinta' dalam hatinya .

"Aku mendosakanmu dalam diam . "

Sudah-sudahlah, Husna .
Kasihanilah sahabatmu .
Kasihanilah imannya .

T.T

***

Sungguh saya menujukan apa yang ditulis untuk diri saya sendiri .
Sungguh saya bersyukur ada sahabat-sahabat seperti kalian .
Sungguh saya tahu waktu-waktu lapang begini, tanpa sekolah,
tanpa kesibukan, menjadi getir untuk kita, kerana ungkapan cintaislamik,
berebut masuk ke telinga  .
Sungguh saya tahu kalian juga berusaha mempertahankannya .

Kita, walau tidak bertemu muka .
Saya yakin, ikatan hati telah terbina .

Can't make it in words . Saya juga tak pasti . Rasa apa ini .
Namun, rasa ini menimbulkan tenang .

Langkah-langkah saya makin teratur . Hobi-hobi saya makin tersusun . Mutabaah saya beransur pulih, setelah melalui saat-saat kehausan .

CINTA dalam rangka ketaatan pada Allah itu, lain rasanya. CINTA dalam rangka belajar mencintai Yang Haq itu nikmat rasanya. CINTA yang Allah tumbuhkan pada hati orang-orang beriman, itu luar biasa. CINTA yang Allah hadiahkan pada hati, untuk kita sebarkan pada insan sekeliling itu lain impaknya.

-kak UmairahShafei


Kalian,
teruslah menghantar cinta itu ke sini .
teruslah berkongsi rasa ini .
teruslah .

Supaya ruang-ruang yang masih kosong tidak ditempati dengan insan yang belum halal .
Supaya cinta palsu tak sempat menebarkan harumannya .
Supaya, buat masa ini , kita mengisinya, dengan harumnya ukhuwah fatayat .


"Teman-teman karib pada hari itu saling bermusuhan antara satu sama lain kecuali mereka yang bertakwa ." - Az Zukhruf: 67 .


Kita tak mahu kan, 'ukhuwahfillah', 'ana ukhtukunna fil islam '  yang kosong ?
Kita mahu, yang ukhuwah itu, saling mengingatkan .
Saling menguatkan di saat lemah .
Saling berpautan dalam gerak kerja .
Saling menyelamatkan dari tempias maksiat .

Ya, kita bukan bidadari syurga yang bermata jeli .
Tapi, kita mampukan berlari kearah itu ?
:')

.
.
.

***
ada orang tanya, dan saya jawab.

" buku ape paling suka? "
" Personally sangat banyak .Tapi Hero yang Hilal Asyraf tulis paling menawan hati . "
"sebab?"
"watak heroinnya, Husna ."

ehee .



May Allah guide us all to love and to love wisely . 

Thursday, January 3, 2013

Me-ngerja-kan .


Bismillah.


                             
                                        





hati tak boleh mengharap saja .  harusnya keras bekerja .
masa lapang tak layak membunuh remaja, pemuda .


***
sesungguhnya
ingin sekali aku tahu 
di kala senggang
apa agak kerjanya
Ibnu Sina, Al Khawarizmi, As Syafie ?

bersenang-senang,
berduduk-duduk,
berbaring-baring,
tanpa apa apa .

itu pasti,
bukan mereka .

***
dah berapa mph pergi . semua dah habis stok jurnal inspirasi dr muhaya . haihh .





selamat me-ngerja-kan cuti .  ^^,

" Seseorang itu bukan diketahui HEBAT apabila orang lain bertanya;

SIAPA BAPAMU?? , tetapi apabila orang lain bertanya SIAPAKAH DIRIMU?? "

~Sultan Muhammad Al Fateh~