Friday, August 26, 2011

Hidup.


In The Name Of Allah The Most Gracious The Most Merciful

Al-Haram. Jun 2011.



Ramadhan. Rahmat. Dekat. 
Kadang yang terlalu dekat membuat mata tak mampu melihat.

Dulu ayah selalu cakap;
"Orang-orang soleh tangisi pemergian Ramadhan, tapi kenapa kita berbahagia meninggalkannya?"

Waktu tu kecik-malas nak fikir- tak matang- nak duit raya (?).

Meninggalkannya pun jadi jauh lebih meriah dari menyambutnya.
Allahu Allah.

Perjalanan yang panjang. Membuat kita melihat. Berfikir . 
Lantas, memahami apa sebenarnya.
Maksud - Hidup.


Moga Allah hantar rasa itu.
 Sedih meninggalkan.
Berharap dipertemukan.

__________________________________________


Ujian untuk mereka yang teguh. Doa seluruh warga Bumi Waqafan untuk al-akh.
Moga Allah menguatkanmu. Tiada yang sia-sia. Dia tahu kita semua mampu.



YA SYAFII isyfi a'nhu. 



Friday, July 29, 2011

Pra Ramadhan.


In The Name Of Allah The Most Gracious The Most Merciful






Betapa ini mungkin yang kita nantikan.
Selamat bertarung dengan kawan yang paling dekat -  nafsu.






Dekatnya kasih abang dan adik.


Allah bersama kamu.



Ramadhan diberi.

Biar nanti saya ingat orang-orang seperti mereka ini. Kalau tidak, mesti saya selalu buang-makanan-makan-malam-yang-tak-habis.

Biar nanti saya dapat rasa walaupun hanya setitis daripada apa yang mereka rasai.

Biar nanti saya-tak-komplen-masakan-DM-yang-selalu-berkuranglebih-dalam-menetapkan-kuantiti-gulagaram?.

Biar nanti saya selalu tahu  masih ramai tidak menjamah apa-apa berhari-hari.

Berminggu-minggu.

Berbulan-bulan?

Biar saya jadi lebih bersyukur!


Moga pengakhirannya damai.
Dunia akhirat.

_________________________________________

Di sekolah semua sibuk bercakap pasal Pra. Pra itu dan ini.

Tiba-tiba, terfikir .

 Pra Alam Barzakh. 

Yup, we're the candidates!

Telan air liur. Banyak - banyak .
Saya belum bersedia ?

Allahu Allah.

____________________________________________


Ramadhan kedua tanpa abang. Mungkin saja adek tak tahu, manisnya lebih dirasai di sana. Selamat Mendiami Ramadhan, abang.







selamatlahuntuksemua,

Saturday, July 9, 2011

Memandang,



In The Name Of Allah The Most Gracious The Most Merciful.





Cara kita memandang  itu yang menjadi punca.





Entri ini tercetus setelah dua hari pulang ke rumah. Ya, setelah meletakkan diri saya di 'dunia luar'.
Juga setelah saya membaca perihal kamu, Amnah Rasyiqah.
Juga setelah segala yang saya depani di Bumi Waqafan itu.




Apa yang kita dapat tergantung pada bagaimana kita melihat. -Ust. Hasrizal Abd. Jamil.




Lalu, memandang itu harus bagaimana?



Wednesday, March 16, 2011

Buku. Cermin mata.


dengan nama Tuhanku yang menciptakan


Pandangan Hidup Muslim .

+++

Buku.
Saya pun dah lupa bila saya mula mencintainya. Yang pasti ia bermula bila saya rasa hati saya terjun dan minda saya melompat bersama ke dalam aliran cerita dan kisah dalam setiap buku yang saya baca.

Okey, baru beli Pandangan Hidup Muslim – Prof. Dr. HAMKA. 
Dan sangat teruja menelan isi-isinya.


“Ek eleh, budak kecik macam ko baca buku orang tua-tua ni? “
“Aik, tak layan Hlovate ke?”
“Kakinovel keluar buku baru weyh…”


Cumanya, saya memang  budak kecik (yang mungkin belum patut baca bahan berat camtu?).


Tapi, saya nak jadi budak kecik yang berfikiran besar. Boleh?


Lepas berjalan-jalan ke beberapa laman blog lain, agak ramai yang menulis tentang Prof Dr HAMKA ni. Jadi, saya pun tertawan nak miliki karyanya. 

Pandangan Hidup Muslim ni masuk list buku WANTED saya tahun ni. Kira dah langsai satu la nih. :)



Dan mangsa-mangsa seterusnya;

1. The Secret – Rhonda Byrne
2. Hero – Hilal Asyraf 
3. Matahari – Hilal Asyraf
4. Negeri 5 Menara - A . Fuadi 
5. A Doctor in The House, The Memoirs of Tun Dr Mahathir Mohammad
6. Maryamah Karpov – Andrea Hirata
7. Bumi Cinta - Habiburrahman El Shirazy
8. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck – Prof Dr HAMKA




Dan Pesta Buku Antarabangsa [22 Apr – 1 Mei 2011] tahun ni menjadi sasaran.
Tak dapat jumpa semua, salah satu pun cukup melonjakkan jiwa. :)

..........

“Pangkalan tempat bertolak, pelabuhan tempat bersauh”.
Dan potongan kata HAMKA itu pun perlahan-lahan meresap masuk ke dalam.
Moganya sampai kepada yang paling dasar.
^^

Tuesday, February 1, 2011

Aku tulis untuk kamu.



In The Name Of Allah The Most Gracious The Most Merciful





Bestari Islamic Secondary School .


Berat untuk tulis ( err, taip.). Kutip gagah yang tersisa.

Menghitung detik,
Hari-hari akhir di Bumi Bestari.
Demi penuhi hajat mereka yang saya gelar sahabat, saya tuliskan ini;
_____________________________________

Pada satu layar putih
kita lukiscontengkan
Segala

Ada satu sudut kecil
Terluah semua rahasia
Dengan dakwat kabur
Entah apa ceritanya

Pada satu sudut yang lain
Ada rona-rona indah
Terbias dari riangnya
Hati si tukang lukis

Tetap
Ada sudut yang ingin selalu kita lupakan
Lukisannya seperti tak menjadi
Namun masih
Kita mencicip bahagianya

Ada kisah yang tak terkisahkan
Ada cerita yang tak terceritakan
Ada melodi yang tak terlagukan
Moga saja
Yang itu tak susah untuk kita ingat

Pada kalian
Aku tegakkan harapan
Sempurnakanlah coretan
pada sudut-sudut bisu yang masih kosong
lalu pada akhirnya
kalian kanberasa
syukur yang tak terluah
sampai hujung nyawa.



-asramaputeri, 
 tanahatasbukit.

_____________________________


Yang ini istimewa. Untuk dia ( tanah atas bukit) yang tercinta;

Tanah atas bukit ,
memang jadi tanah berbudi lah.
Kalau tidak,  kita semua tak jadi manusia seperti hari ni, kan kawan-kawan?
Sembah takzim kali pertama dan terakhir.
Dia jadikan kau tak sia-sia. Moga pengalaman , ilmu dan pengajaran hidup yg kita teguk dari tanah itu, tertimbus teguh dalam diri. Tinggal lagi, kita yang perlu siram dan baja selalu.

Dengan Quran dan Sunnah lah kan. Tanpa yang dua-dua ni, yang dah tertimbus, lama-lama boleh jugak mereput.
Cehh. Tapi saya seriuss.


__________________________________


Aku tulis untuk kamu.
Semua manusia dari jenis sahabat, senior serta junior.
Tak mungkin lupa, untuk para ilmuwan yang tegar mengajar saya.
Terkesan dengan kata-kata Warden Setia kami; Teacher Norkiah.
"Whereever you are, just happy to be yourself."
Dan yang itu, akan sedaya saya hadam dan ikat erat-erat. Biar sebati jadi pedoman.
Sungguhlah, sekarang baru saya rasa yang 'Terima Kasih' itu seperti tak layak pun untuk saya lafazkan. Segala yang telah diberi terlalu besar untuk dibanding dengannya.
Maaf yang terdalam untuk semua, saya tahu pasti ada silapnya saya di mana-mana.
Moga juga saya tidak lupa untuk mendoakan para pejuang ilmu di bumi itu agar terus teguh. Di mana pun, cabarannya berganda.


_________________________________


Anggap je lah entri ni sebagai membalas pantun kamu ye Amnah Rasyiqah?
Tahu, pasti tak mungkin dapat duduk sama rendah, berdiri sama tinggi. Tapi, ni saja yang termampu. Lepas ni siapa lah yang rajin nak jual pantun lagi ye? :(


Sahabat seusrah tangga; 4 Al-Razi. Sadisnya rasa, terlepas nak buat usrah yang terakhir. Takpelah kan, rezeki lain kali la kawan-kawan. Sempat bersama 29 hari je , ukhuwah macam ala-ala rapat setahun. Memori kat tangga tu, simpan kemas-kemas, inshaallah ada rezeki nanti-nanti, jumpa lagi ye ?
_________________________________________


Sahabat seKPRS; Tahun depan pegang mandat besar. Plus, kena hentam sayang adek-adek junior ni. Senior year weyh. Moga apa pun yang nak direvolusikan, biar landasnya syariat lah. Of all, kita kena kuat dulu kan?

Waktu hari Sabtu tu, cuba jugak tengok mata kalian dalam-dalam. Maaflah, tak berdaya.

Sangat tahu, kalian memang ada upaya . *tears

Ingat lagi?
Brainstorm aktiviti untuk orientasi sampai pagi. Kena marah sampai pagi. Then, sambung lagi, buat halaqah protes sampai pagi. Haha.

Pahit bila melalui, tapi manis untuk dikenang.

Mustahil lupa. Kalian sangat banyak bantu. Pengalaman-pengalaman tu banyak ajar kita jadi manusia, kan?

Moga saja kalian tahu, saya mula merindui bisingsenyapnya situasi. Dan segala apa yang saya tinggalkan, termasuk pengalaman. Moga disematlah. Biar ia jadi kawan, buat masa-masa yang tak terjangkakan.

Terima kasih untuk semua pengalaman. Tak mungkin lupalah. Serius.

___________________________________


Moga sudilah panjangkan-panjangkan doa ke sini .  
Moga Allah redha .



Nak yang lebih dramatik, mesti jangan klik SINI.


Wednesday, December 29, 2010

Tenggelam.



Dengan Nama Tuhanku Yang Maha Menciptakan



Membelah hutan. Sungai Kuala Tahan, Pahang.







Sekian lama terapung,
tanpa ada jejak.


Kuingin terus tenggelam.
Dalam tunduk khusyuk
pada agungnya
Pemilik Segala Tahu.


Ramah mesra bersama Tumbuhan Hijau 2010.
Hening pagi, Taman Negara Kuala Tahan - Pahang.


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


Mood kembali ke sekolah. Aha!
Moga kami kuat. Cabarannya berganda.




syukursampaimati,


" Seseorang itu bukan diketahui HEBAT apabila orang lain bertanya;

SIAPA BAPAMU?? , tetapi apabila orang lain bertanya SIAPAKAH DIRIMU?? "

~Sultan Muhammad Al Fateh~